Suara Rakyat Republik Indonesia

Teror Debt Collector HSBC

Saya Menjadi Nasabah Bank,berharap lepas dari jerat resiko rentenir dan kekerasan, karena keramahan dan janji marketing layanan yang akan memberikan layanan profesional.

Namun perjalanan waktu, harapan tinggal harapan.Layanan yang lebih profesional, ramah tamah, bersahabat, tidak seperti penagih-penagih rentenir pasar dengan bergaya jago pasar, ternyata meleset.

Menjadi nasabah HSBC, ketika sedang mengalami kesulitan, tak ada toleransi, ancaman demi ancaman selalu menghantui, tak hanya mesin pengisap rente, yang akan membungakan terus menerus hutang, namun juga kekerasan verbal-ancaman2 selalu dilakukan oleh kolektor HSBC, bahkan seakan telah menjadi standar HSBC, meskipun sudah dilakukan konfirmasi berulang-ulang ke pihak HSBC, namun HSBC tidak peduli.

Begitu pula ketika datang ke Kantor HSBC Menara Mulia Lt 18, untuk coba menjelaskan kondisi kesulitan yang dialami nasabah. HSBC tetap tidak memberikan toleransi ketidakberdayaan nasabah.

Nasabah ingin mengajukan penyelesaian hutang dengan cicilan lebih ringan,masa waktu lebih panjang, meskipun tetap dikenakan bunga, namun komitmen menunaikan kewajiban, diharapkan tidak menambah resiko bunga-berbunga pinjaman kartu kredit maupun ‘ancaman-teror’ dari kolektor HSBC.

Namun HSBC tetap menuntut nasabah melunasi hutang-hutang, dengan resiko bunga berbunganya. Kalau memang tidak bisa mengikuti ketentuan HSBC yang masih terasa berat bagi nasabah ditengah kesulitan sat ini. ( Namun berdasarkan informasi lain, bila melalui  Debt Collector HSBC proses ini dapat dilakukan ? Tetapi kenapa dengan itikad  pribadi tidak ada kompromi ? Tak mungkin saya, tahan dengan kejaran debt collecot HSBC terus menerus…)

Pengalaman buruk dengan HSBC yang kesekian kalinya,ternyata nasabah terjebak ‘Rentenir’ dan ‘Preman’ modern dan yang dilegalkan.

Bank HSBC, bertaraf international, tidak peduli nasabah, hanya mengambil keuntungan.

Jeritan Nasabah Kartu Kredit HSBC 4544 9311 04xx xxxx

September 5, 2008 - Posted by | Kartu Kredit, Perbankan | , , ,

9 Comments »

  1. Di luar itu semua, tentu saja kita harus mampu mengendalikan pengeluaran. Jangan konsumtif. Perlu perhitungan yang matang sebelum menggesek kartu kredit, kecuali dalam keadaan genting seperti biaya rumah sakit dsb..

    Jangan niatkan berbuat curang, seperti para pengemplang blbi.. minus 10 memang lebih kecil dari minus jutaan.. tapi sama” minus.. :-)

    CMIIW..

    Wassalam,

    Irwan.K
    “Better team works could lead us to better results”
    http://irwank. blogspot. com/

    —————————-
    Kepada siapapun yang sedang mengalami masalah dengan HSBC dan kartu kredit pada umumnya…

    HSBC memang terkenal seperti itu. Beda jauh dengan Citibank.

    Sebagai informasi, nasabah itu dilindungi hukum dan undang-undang, serta pihak kepolisian. Hukum dan UU digunakan untuk mengajukan pernyataan ketidakmampuan membayar lewat pengacara khusus kartu kredit, dan kepolisian digunakan sebagai senjata menghadapi para debt collector.

    Dengan menggunakan pengacara khusus kartu kredit, HSBC dan PT debt collector-nya akan sangat hati-hati dalam melakukan penagihan. Jika ada perbuatan tidak menyenangkan, bahkan berupa verbal sekalipun, konsumen bisa menuntut HSBC lewat pengacara tersebut.

    Debt collector itu seperti anjing menggonggong saja. Memang tugasnya seperti itu. Mereka punya protokol untuk tidak melakukan kekerasan fisik atau perampasan. Jika mereka lakukan itu, mereka bisa kena pasal, PT-nya ditutup, dan bisa dituntut ratusan juta rupiah. Kawan saya pernah ada yang pernah lakukan hal itu. Bahkan ia sengaja memancing-mancing emosi debt collector tersebut, supaya bisa dituntut dan dapet duit. Akhirnya kawan saya dipukul, lapor polisi, bikin BAP, hubungi pengacara, PT-nya debt collector tersebut ditutup, dan kawan saya mendapatkan 170 juta rupiah bersih… dengan modal sedikit bonyok tentunya, hehehe…

    Selama kita benar-benar tidak mampu membayar, Dia yang Di Atas pasti melindungi kita. Cuma, kita juga harus tahu hukum beserta celah dan pemanfaatannya. Konsumen harus berdiri sama kuat dengan penerbit kartu kredit. Jika HSBC dibekingi oleh UU BI dan debt collector, nasabah dibekingi oleh hukum dan kepolisian.

    Jadi, jangan stress dulu. Hubungi pengacara khusus kartu kredit, dan ia nanti akan menjelaskan secara detail cara menyelesaikan masalah ini. Jangan pernah mencoba berdamai dengan HSBC tanpa didampingi pengacara, karena mereka gak akan peduli. Lain halnya dengan Citibank. Saya pernah membuktikan bahwa Citibank masih jauh lebih punya hati dan
    penilaian baik kepada nasabah. HSBC sih gak ada apa-apanya.. .

    Tanpa bermaksud menghina dan dengan segala rasa hormat, pelaporan kepada YLKI hanya menambah mata rantai pemecahan masalah. Langsung saja kepada jalur hukum. Selama kita menggunakan jalur hukum, kita GAK AKAN PERNAH bisa disalahkan.

    Betul sekali, pengemplang BLBI aja bisa lolos, kenapa yang jelas2 gak mampu membayar hutang skala kecil gak bisa dapet perlindungan hukum?

    Semoga membantu.

    Peter Febian

    —————————–

    jangan takut pak/bu lawan saja, perbank kan itu kahan rentenir yang di legalkan pemerintah dan di lindungi undang-undang, sedangkah nasabah kerab berada pada posisi yang lemah.gak perlu dibayar lagi pak/bu, karena sudah mengalami intimidasi dan perbuatan yang tak menyenangkan. itikab baik bapak/ibu untuk melunasi utang tak dihargai. untuk melawan mereka yang paling efektif yakni dengan menulis surat pembaca.

    yang ngempalang blbi aja tenang-tenang dan aman, masak hanya utang kecil-kecilan saja takut. lawan.lawan. kayak saya

    Robin Ong

    ——————————————

    Salam,

    Turut prihatin kepada bapak/ibu nasabah yang dijerat rentenir HSBC. Saya pernah mengalami pengalaman tak mengenakan dengan CitiBank Visa, 8 tahun lalu. Ketika saya pindah kerja dan dapat uang pesangon dari kantor lama, segera saya lunasi. Saya transfer, saya kirim fax pernyataan berhenti saya sebagai nasabah. Saya bertekad hidup tanpa kartu kredit dan syukurlah hidup saya lebih tenang.
    Yang mengganjal, nama saya seperti diblack list oleh BI. Saat penghasilan membaik, saya mencoba aplikasi di Carrefoure dan Giant, untuk jaga-jaga belanja dapur, tapi tidak pernah diluluskan alias tak ada kabar berita. Saya merasa dirugikan sebenarnya, meski tanpa kartu belanja juga baik-baik saja. Sampai sekarang pun saya masih trauma kartu kredit.Tapi kalau nama saya di black list di BI, buat saya itu masalah lain lagi. Kemana saya mengadu?

    Wassalam,

    Dimas.

    ——————————–

    Masalah kartu kredit memang tak pernah ada habisnya.
    Saya pribadi sempat terbelit bunga berbayar karena selalu membayar minimum payment. Apalagi saat itu saya memiliki dua kartu kredit. Bagi saya pribadi sih, kartu kredit hanya membuat miskin.
    Tapi, alhamdulillah, satu kartu sudah saya selesaikan dan akhirnya saya tutup. Tak berapa lama, menyusul kartu berikutnya. Hanya saja, kartu terakhir ini saya terpaksa mengikuti program keringanan dengan membayar secara rutin dengan jumlah tertentu sampai hutang lunas. Memang tetap ada bunga, tapi tidak jadi bunga berbunga. Inipun saya melalui proses yang agak berbelit sebelum akhirnya disetujui. Jadinya, hutang saya dilempar ke pihak kedua.

    Mungkin bapak bisa mencoba cara seperti ini, tapi saya tidak tahu bagaimana prosedurnya di HSBC. Cara lain, bapak juga bisa menyewa pengacara. Saya sendiri sempat berniat melakukan hal ini, tapi saya batalkan karena beberapa hal. Yang pasti, sekarang, saya cukup bahagia dengan uang seadanya dan tanpa kartu kredit.

    Masalah blacklist BI, setahu saya hal itu hanya berlaku selama 1,5 tahun sejak masa ‘bermasalah’ hutang.

    Salam hangat,

    Ashar f anwar

    Comment by malindokini | September 5, 2008 | Reply

  2. liat penjelasan yg begitu panjang, sy jd takut n antipati sama yg namanya kartu kredit.saat ini sy lg nunggu proses reelis kartu bni visa, jd takut nanti akan kena masalah yg sama.ngomong2 teman sy ada yg punya krt kredit sampe 6 tp doi nyaman2 aja, mungkin semua kenyamanan itu tergantung dari kita dan dari banknya itu sendiri. apa kita termasuk orang yng taat membayar tagihan atw memang banknya yg baik??

    Comment by kadal | September 12, 2008 | Reply

  3. Salam kenal dari orang yang senasib
    Bapak/Ibu, saya juga sedang dalam kejaran debt Collector HSBC. Di satroni kerumah setiap hari, mereka menyebarkan berita jumlah utang saya di HSBC ke tetangga tetangga sekitar rumah. dan pada tanggal 22 september 2008 jam 10 pagi keluar ancamana akan membunuh saya.
    Mau melunasi pinjaman, gak ada jalan keluarnya ( dari HSBC gak ada ampunnya ), mau kabur gak bisa. mau lapor ke siapa?
    Minta bantuan pengacara, harus siapkan 10% dari total tagihan. Mau cicil ke HSBC, besarnya angsurannya gileeeeee ….!!!!

    Sudah dicemarkan nama baik, di ancam mau dibunuh, diterror dengan kata kata jorok ( mungkin hanya orang orang gak beragama yang dapat berbuat seperti itu )
    Mau minta bantuan polisi….. apakah akan selesai ??????
    ( pengacara aja minta uang )
    TUHAN masih mendengarkah keluhan kami yang tertindas.
    Siapa sih yang mau terlibat utang ?????
    Bapak/Ibu kalau sudah ada solusi, tolong bantu bagi bagi cara penyelsaianya dong, kirim via email saja.
    Thanks ya.

    Comment by Noza | September 24, 2008 | Reply

  4. Noza,

    Saya cukup prihatin dengan yang anda alami. Memang kelakuan debt collector sekarang, caranya dengan meneror tetangga dan menyebarluaskan masalah hutang kita ke tetangga.

    Saran saya, anda harus lebih galak dari mereka. Toh kita bukan hutang sama dia. Mereka ini hanya kejar setoran. Kalau datang ke rumah minta KTP dan surat tugas resmi dari bank (bukan surat tugas dari kantor debt collector). Kalau merfeka nekad, teriakin maling, atau panggil satpam, atau panggil polisi.

    Mereka tidak berhak menagih dengan cara-meneror. Apalagi kalau sudah mengganggu lingkungan tetangga.
    Masalah dengan tetangga, anda tidak usah malu-malu. Kita tidang hutang sama tetangga. Hampir semua orang punya hutang. Jadi terus terang saja sama tetangga, tidak perlu malu sama tetangga. Justru kalau kita malu dan merasa tertekan, itu berarti kita kalah sama debt collector. Memang itu maunya para debt collector dengan meneror tetangga anda. Kalau perlu buat surat kepada tetangga bahwa masalah hutang anda adalah tanggungjawab anda sendiri. Tetangga tidak perlu resah dan tidak perlu tahu detil tentang hutang kita.

    Pokoknya lawan! Jangan pernah mengalah. BLBI yang nyangkut aja beberapa juta kali lebih banyak dari hutang anda. Kalau anda muslim, anda bisa minta tolong kawan-kawan anda di FBR atau FPI. Adu mereka dengan para debt collector yang rata-rata orang dari suku tertentu itu. Hajar! Aatau kalau anda non muslim anda juga bisa konsultasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen, atau ke lembaga bantuan hukum. Banyak yang mau membantu dengan memberikan konsultasi secara gratis.

    Khusus kalau sudah mengganggu ketenangan lingkungan, anda bersama tetangga anda bisa langsung lapor polisi.

    Masalah hutangnya, memang sebaiknya kita selesaikan pelan-pelang sesuai dengan kemampuan. Tapi untuk cara-cara penagihan yang mengancam, meneror dan mencemarkan nama baik, anda boleh mengadukannya ke polisi.

    Mudah-mudahan anda bisa atasi situasi sulit ini. Tidak usah stress, yang diperlukan sedikit keberanian dan tidak usah malu-malu kalau tetangga tahu kita ada hutang dengan bank.

    Salam.

    Rajasa88

    Comment by Rajasa88 | September 25, 2008 | Reply

  5. dia jual lo beli j\hajar aja debt collec ambon2…kagak ada nyalinya…bacok penggal aja lehernya biar putus,jadiin aja tragedi ambon di jakarta,,,persis sama kejadian penjaga lahan sama petugas pamong praja..mampus tuh ambon di tembak kepalanya…jgn pernah takut..mreka tampang sangar ,,jago gertax..nyali tikus..braninya rame2….

    Comment by jenky | December 1, 2008 | Reply

  6. Noza..

    Saya baru saja keluar dari kejaran debt collector nya Stanchard. Benar semua apa yang dikatakan oleh teman-teman diatas, bahwa tidak usah takut apalagi stress berurusan dengan debt collector. Kita tidak berhutang kepada mereka, tapi kepada Bank.

    Kuncinya : jangan menghindar. Karena perbuatan mereka akan semakin merajalela memalukan nama baik kita apabila kita semakin menghindar. Hadapi dengan tenang dan katakan kenapa kita kesulitan membayar.

    Saya jamin mereka gak akan datang ke rumah menteror kita apalagi sampai menyebarkan hutang kita kepada tetangga, kalo kita berani berhadapan langsung dengan mereka (ini kata DC sendiri loh). Gak usah takut ya, karena ternyata DC-DC itu ternyata cuma serem di suaranya saja, ketika berhadapan langsung baru ketauan yang sebenarnya, tinggi badan mereka gak lebih jauh dari saya yang cuma 150 cm ini..hehehe..

    Dulu saya seperti Noza, karena terus-terusan menghindar, akhirnya mereka menteror saya via telpon ke kantor (karena alamat penagihan ke kantor). Mereka hubungi bagian keamanan gedung kantor saya, bagian HRD bahkan sampai atasan saya, berteriak-teriak memberitahukan hutang saya kepada orang-orang di kantor.

    Malu ?, yah malu buangettt :).. Tapi ternyata ketika saya bercerita dengan jujur tentang kesulitan keuangan saya kepada teman-teman dan atasan saya, mereka malah berbalik marah kepada para DC itu. Akhirnya orang-orang kantor berbalik “melindungi” saya, jadi ketika DC datang menggebrak dan meneror ke kantor langsung dihadapi dan diancam balik oleh para satpam kantor. Begitu juga ketika mereka menelepon ke kantor, dengan bantuan resepsionis kantor, telpon dari mereka hanya digantung begitu saja terus menerus.

    Akhirnya para DC itu cuma bertahan 1 minggu menteror saya di kantor. Pada hari ke-9, datanglah seorang DC yang terlihat intelek dan cukup baik kata-katanya ke kantor. Karena dia datang baik-baik, saya temui dia ditemani oleh para satpam kantor. Ternyata DC ini adalah utusan terakhir mereka, ketika saya menceritakan kesulitan saya, DC ini dengan baik-baik menawarkan kepada saya berbagai program keringanan pembayaran hutang kepada saya.

    Singkat cerita saya datang ke Stanchard di Gatsu, dan langsung me-rescehedule hutang saya dengan cicilan yang sangat ringan. Walaupun memang masih berbunga setidaknya saya tidak berat untuk membayarnya.

    Jadi Noza, kamu gak usah takut ya. Ceritakan saja apa adanya kepada orang-orang disekitar kamu. Yakin deh mereka akan berbalik mendukung kamu. Dan kalau para target DC untuk memalukan nama bik kamu ini sudah berbalik melawan DC, maka para DC itu akan mengubah strategi nya dan menjadi bosan sendiri meneror kita..

    Good luck ya

    Comment by ibu-ibu | February 7, 2009 | Reply

  7. Saya pun mengalami hal yang sama dengan Ha eS Be Ce. Tapi saya memilih menghindar. Artinya tidak pernah mengangkat telepon dari mereka. Sayangnya, mereka malah meneror orang-orang yang terdaftar dalam kontrak kartu kredit saya.

    Sebenarnya celah hukum apa yang bisa kita gunakan melawan Ha eS Be Ce di Indonesia?

    Karena seorang saudara di USA, dia punya 20 kartu kredit macet. Dia cukup menyewa pengacara $250, kemudian maju ke pengadilan. Pengadilan menyatakan bahwa dia tidak mampu membayar kartu kredit. Akhirnya, hutang itupun terhapus semua.

    Mohon masukan dari saudara-saudara yang paham soal hukum perbankan.

    Comment by MFH | February 23, 2009 | Reply

  8. saya sedang mengalami permasalahan yang hampir sama, tapi bukan dengan HSBC melainkan dengan citibank, dan menemui banyak kejanggalan.

    sebenarnya masalah ini saya alami di tahun 2002-2003, ketika itu karena saya beberapa kali terlambat membayar, maka kartu saya di blokir & ditutup oleh citibank, lalu dikatakan (dalam surat yg sama), bahwa tagihan dialihkan ke pihak lain (nama PT nya saya lupa). saya juga diminta menghubungi no telp yang tercantum dalam surat tsb. menuruti isi surat tsb, saya membuat kesepakatan dg debt collector utk membayar cicilan sebesar min 1 juta/bulan, dan akan diambil oleh mereka, sebab katanya karena kartu saya sudah diblokir & ditutup, maka saya tidak bisa bayar lewat bank.

    setiap bulan mereka datang & mengambil cicilan (saya titipkan ke pembantu, karena saya kerja) & ada tanda terima. ini berlangsung hingga akhir th 2005 dimana ketika itu dikatakan sisa hutang saya tinggal hampir 7,5 juta. karena kebetulan ada rezeki, maka saya pun melunasinya. diberikan juga tanda terima. setelah itu, tidak pernah ada lagi debt collector yang datang ke rumah.

    setahun telah berlalu, saya pindah rumah. semua bukti pembayaran tidak saya simpan lagi, karena saya pikir masalah sudah selesai. namun sekitar 2 minggu yg lalu tiba2 ada orang yg datang ke rumah saya, mengaku dari PT Spade Putralim, dan mengatakan bahwa saya mempunyai tunggakan di citibank sebesar 32 juta lebih!!! Astaghfirullah… saya benar2 kaget, kenapa bisa terjadi seperti ini.

    pada saat orang tsb datang, saya sedang di luar kota, mreka meninggalkan secarik kertas yang meminta saya segera datang/menghubungi mereka di nomor2 yang tertera dalam kertas tsb. disitu juga dituliskan (dengan tulisan tangan), nomor2 kartu kredit saya & besar tunggakan masing2 kartu.

    yang mengherankan saya, terakhir kali saya hanya mempunyai 1 kartu kredit visa emas dari citibank, yang merupakan upgrade dari visa reguler, sedangkan yang mastercard sudah lama saya tutup. mengapa masing2 kartu bisa keluar tagihannya lagi?
    sang debt collector menghubungi saya via sms, meminta saya datang ke kantor mereka. namun sya menolak, sebelum mereka bisa memberi saya rincian tagihan pemakaian dan pembayaran yang sudah saya lakukan selama 3th. saya minta rincian itu harus dikeluarkan oleh citibank. tapi mereka tidak menanggapi, dan tetap ngotot agar saya menemui mereka. waktu saya tetap berkeras meminta mereka mengirimkan rincian yang saya minta, mereka marah2, mengatakan bahwa saya mempersulit mereka karena minta bukti ini-itu.
    ketika saya tanyakan kemana cicilan yang sudah saya bayarkan, mereka bilang tidak pernah ada. bahkan mereka bilang masih ada pemakaian kartu di th 2005.
    sungguh mustahil kan? mengingat kartu saya sudah diblokir & ditutup jauh sebelumnya.

    saya bingung harus berbuat apa dan mengadu ke mana. salah seorang teman yang memang biasa bergaul dengan tentara & polisi, mengatakan bahwa sebaiknya saya melaporkan ke polisi. karena ini sudah ada unsur penipuan dan pemerasan. teman yang lain menyarankan saya menghubungi citibank & meminta keringanan. dia juga bilang, bahwa sebenarnya bank sama sekali tidak dirugikan oleh tunggakan nasabahnya, sebab mereka sudah di-cover oleh asuransi.

    yang mengherankan saya, kalau memang saya masih mempunyai tunggakan, kenapa selama th 2005-2006 tidak pernah ada tagihan dari citibank/debt collectornya? kenapa baru sekarang, setelah lebih dari 3 th berlalu?

    ada yang bisa bantu saya dan memberikan saran yang terbaik? terima kasih

    Comment by shiera | March 20, 2009 | Reply

  9. Dengan hormat,
    Saya ingin menayakan apakah bisa dibantu saya dalam menghadapi masalah ini:

    Kronoligis:Beberapa hari belakangan ini saya mendapat telpon dari colector yang mengaku dari Danamon bernama S, katanya saya ada tunggakan di sana sejak tahun 2002..Sementara saya sendiri tidak kagi mengingatnya. Saya katakan ke colectornya kalau saya memang saat ini ada kartu Instakas tetapi baru dan tidak ada masalah, saya jelaskan ke mereka kalau akan saya tanyakan ke bagian Instakas apakah ada masalah. Kemudian saya menghubungi officer yang menghandle instakas saya, dan mereka katakan Clean, tidak bermasalah. Tetapi S memaksa saya menerima telponnya dan meladeni ocehannya, sampai akhirnya saya bilang dengan keras bahwa saya akan menghubungi setelah dapat kepastian dari officer Instakas yang saya kenal karena saya tidak kenal anda. Tidak dihiraukan dan dia terus menteror dan miss call beberapa kali. Bahkan dia mendapat data instakas saya dari seseorang namun saya tanyakan siapa officer instakas yang memberikan dia tidak mau menyebutkan. Saya jadi kawatir kalau S itu melakukan fraud atau sesuatu yang melanggar account saya. Kemudian saya menelepon dan meminta officer instakas yang menghandle account saya untuk membantu melacak apakah ada tagihan lain diluar dari instakas saya, dimana fix & fast bermasalah sejak beberapa tahun lalu, dan saya katakan tolong di update ke saya dan kita bicarakan penyelesaiannya kalau memang ada tetapi saya juga minta bukti tertulis dari bank setidaknya statement dari Fix and Fast yang bermasalah tsb. Petugas instakas mengatakan akan membantu, tetapi sore harinya saya mendapat telpon dari seseorang yang mengaku colector dari Fix and Fast. Orang tersebut bernama An, kami awalnya berbicara baik baik dimana saya katakan kalau memang ada tunggakan bisakah saya minta histori dari semua pemakaian dan pembayaran saya. Dia katakan tunggakan saya sekarang 7.5 juta something..dan kalu mau statement saya diharuskan bayar 50ribu per bulan dimana statement tersebut sejak tahun 2002. Saya katakan kalau memang benar saya yang salah saya bayar tunggakan tersebut, tetapi saya butuh clarifikasi dimana bank seharusnya bisa memberikan statement sebagai dokumen untuk sama sama dipelajari. Saya jelaskan karena saya pindah ke luar negeri tahun 2004 maka saya tidak memonitor statement2 saya dirumah ortu saya, tetapi seingat saya saya melakukan transfer via luar negeri tsb, bagaimanapun kalau memang saya ada tunggakan dan harus saya selesaikan saya akan bayar tetapi beri saya statement gratis jangan bayar, karena kalau bayar saya berarti harus bayar beberapa juta lagi, bayangkan 12 bulan kali tahun 2002-2009 kali 50 ribu. Sementara yang saya inginkan adalah klarifikasi dan penyelesaian masalah dan darimana jumlah 7.5 juta tersebut berasal. Tetapi Pak A tersebut terus kekeh bahwa saya harus bayar statement tersebut baru dia akan sediakan. Dia terus ngotot dan saya juga katakan keberatan, juga saya sampaikan saya juga keberatan dengan teror teror yang di lakukan S rekannya sehubungan dengan teror yang ternyata sering mereka lakukan ke keluarga saya. Kalau Pak A terus maksa saya membayar semua dan juga statement yang saya minta maka lebih baik saya adukan kasus ini via jalur hukum. Dia malah menantang. Saya katakan okelah kalau memang harus diproses demikian.

    Tidak lama kemudian telpon masuk dari nomor sama dan saya terima, ternyata kali ini Pak S yang pernah menelepon saya beberapa waktu lalu dan juga menteror ibu bapak kakak dan saudara2 saya..saya baru tahu dari mereka belakangan ini. Saya katakan ke Pak S, sudah ada pembicaraan dengan Pak A, saya tanya siapa pak A itu, Pak S jawab atasannya..saya katakan, baik, masalahnya kita sepakat via lawyer jadi Pak S tidak perlu menteror saya dan keluarga saya, tetapi di terus bicara dengan keras dan menantang saya. Saya katakan silahkan berbicara kasar dan saya akan pakai ini untuk laporan ke polisi diluar urusan saya dengan danamon. Dia tidak berhenti terus menerus menelepon. Nah, bisakah ada yg membantu untuk saya menghadapi mereka. Saya tidak bermaksud melakukan pemutihan kalau memang ada autstanding sebesar 7.5juta tadi, tetapi yang saya butuhkan adalah bukti dari Danamon bahwa memang ada kewajiban saya dan harus saya bayar dan selesai setelah itu, jika memang saya salah dan harus membayar. Bukan sekedar penaggihan via telepon karena mengingat : Kalau ada Fix and Fast memang sudah lama sekali dari tahun 2002 dan saya bermukim diluar negeri setelah 2004 kemudian kembali ke Indonesia 2008 tetapi tidak tinggal di rumah ortu saya dimana menjadi alamat Fix and Fast tersebut sekembalinya saya di tanah air.

    Saya ingin mehadapi mereka via jalur hukum yang benar juga memproses kekerasan verbal yang mereka lakukan terhadap saya dan keluarga saya.Juga keberatan saya terhadap danamon instakas yang mebocorkan urusan Instakas kepada pihak ke tiga dimana data no telponnya menggunakan data tinggal saya yang berbeda dan perbedaan ini bukan disengaja karena memang saya beda alamat ketika kembali ke jakarta. Saya dengar dari seorang teman, Lawyer bisa membantu membuat suatu Somasi. Apakah hal ini bisa dibantu? Juga berapa biaya yang kira2 harus saya bayar? mengingat jumlah kewajiban hanya 7.5 juta. Kalau masalah pengaduan ke polisi saya akan gunakan surat somasi tersebut juga jika perlu, walaupun ada relatif saya yang bisa membantu dari pihak kepolisian.

    Comment by ABC | April 14, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: